Selasa, 09 September 2014

kereta api gajayana

Kereta api Gajayana adalah kereta api kelas eksekutif yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia(Persero) di Pulau Jawa dengan jurusan Malang-Jakarta Kota, dan sebaliknya.

operasional
Kereta api Gajayana diresmikan pengoperasiannya pada tanggal 28 Oktober 1999. Sempat dirangkaikan dengan kelas bisnis pada awal pengoperasiannya. Nama Gajayana berasal dari seorang raja dari Kerajaan Kanjuruhan yang bernama Sang Liswa (anak dari Dewa Shima) dan terkenal dengan gelar Gajayana yang sangat dicintai oleh para brahmana dan rakyatnya karena membawa ketentraman di seluruh negeri. Kerajaan Kanjuruhan ini berpusat di wilayah Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.
Sejak Oktober 2008 rangkaian Gajayana diubah menjadi kereta Argo, menggunakan kereta eksekutif (K1) satwa. Pasca Lebaran 2009, rangkaian kereta api Gajayana diubah menjadi seperti Pesawat (keluaran 2009) dan kereta Gajayana satwa kini digunakan untuk KA Bangunkarta Eksekutif sejak 5 Desember 2009. Rangkaian baru ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, di Stasiun Jakarta Kota.
Perjalanan sejauh 907 km ditempuh dalam waktu sekitar 14 jam 30 menit dan hanya berhenti di Stasiun Malang, Kepanjen, Wlingi, Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Madiun, Solo Balapan, Yogyakarta,Purwokerto, Cirebon, Jatinegara, dan berakhir di Stasiun Gambir.
Rangkaian Kereta Api Gajayana terdiri dari 6 sampai 8 K1 Argo, 1 Kereta Makan motif Batik (KM1), 1 Kereta Pembangkit listrik (P), dan 1 kereta Bagasi (B).

jadwal
KA 39 Gajayana (Malang - Jakarta Kota)
StasiunKedatanganKeberangkatan
Malang-13.40
Kepanjen14.0814.10
Wlingi15.0015.03
Blitar15.3115.36
Tulungagung16.1616.19
Kediri16.5516.58
Caruban18.1318.20
Madiun18.3418.40
Solo Balapan19.5319.59
Yogyakarta20.4220.49
Kutoarjo21.4221.47
Purwokerto23.3423.40
Cirebon01.4301.50
Jatinegara04.1804.20
Gambir04.3004.35
Jakarta Kota04.45-
KA 40 Gajayana (Jakarta Kota - Malang)
StasiunKedatanganKeberangkatan
Jakarta Kota-17.25
Gambir17.3517.50
Cirebon20.2720.37
Purwokerto22.3122.41
Kebumen00.0300.09
Kutoarjo00.4500.50
Yogyakarta01.3901.45
Solo Balapan02.2802.33
Madiun03.4403.50
Kediri05.2305.30
Tulungagung06.0606.09
Blitar06.5007.00
Wlingi07.2807.31
Kepanjen08.2408.30
Malang Kotalama08.5508.57
Malang09.02-

http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Gajayana

Senin, 08 September 2014

Argo Bromo Anggrek

Kereta api Argo Bromo Anggrek adalah kereta api kelas eksekutif argo tertinggi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Pulau Jawa dengan jurusan Stasiun Gambir (GMR) dari dan ke Stasiun Surabaya Pasar Turi (SBI).
Kereta api Argo Bromo Anggrek merupakan kereta api yang terkenal dengan satu-satunya rangkaian kereta yang memiliki kereta spesial dengan bogie K9 dan gerbong Go Green (Berbeda dengan kereta argo lainnya). Kereta Api Ini merupakan kebanggaan Daop VIII Surabaya. Kereta api ini menempuh perjalanan sejauh 725 km selama 9 jam. Kereta api Argo Bromo Anggrek membawa 5-8 rangkaian kereta kelas eksekutif Argo Bromo Anggrek dan sepanjang perjalanan kereta api Argo Bromo Anggrek hanya berhenti di Semarang Tawang,Stasiun Pekalongan (untuk perjalanan pada pagi hari), dan Stasiun Cirebon.
Kereta api Argo Bromo Anggrek Pagi
StasiunKedatanganKeberangkatan
KA 1 (Surabaya Pasar Turi-Gambir)
Surabaya Pasar Turi-07.15
Semarang Tawang10.3810.44
Pekalongan11.5311.56
Cirebon13.2913.35
Jatinegara16.0316.06
Gambir16.15-
KA 2 (Gambir-Surabaya Pasar Turi)
Gambir-07.30
Cirebon10.0610.12
Pekalongan11.4711.50
Semarang Tawang12.5913.05
Surabaya Pasar Turi16.30-
Kereta api Argo Bromo Anggrek Malam
StasiunKedatanganKeberangkatan
KA 3 (Surabaya Pasar Turi-Gambir)
Surabaya Pasar Turi-19.45
Semarang Tawang23.0823.15
Cirebon01.5402.00
Jatinegara04.2704.29
Gambir04.39-
KA 4 (Gambir-Surabaya Pasar Turi)
Gambir-19.30
Cirebon22.0622.14
Semarang Tawang00.5701.04
Surabaya Pasar Turi04.30-

Etimologi
Nama Argo Bromo diambil dari nama gunung yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Panorama Wisata Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.392 m ini selain menyimpan makna ritual kultural dan religius juga menyajikan keindahan kawah dan keasrian alam lingkungannya yang membuat kawasan Gunung Bromo menjadi sangat terkenal dan menjadi salah satu tujuan wisata utama turis domestik maupun mancanegara. Sebutan Anggrekdigunakan untuk menandai adanya "derivative merek" dari produk sebelumnya, sehingga warna eksterior kereta tersebut disesuaikan dengan paduan warna setangkai bunga anggrek.

Fasilitas
Kereta api Argo Bromo Anggrek menyediakan sarana hiburan selama dalam perjalanan berupa tayangan audio/video (show on rail). Selain sarana hiburan penumpang dapat juga memesan makanan dan minuman sesuai dengan menu pilihan yang disediakan dan bisa dinikmati baik di tempat duduk masing-masing maupun di kereta restorasi yang didesain sebagai mini bar yang dilengkapi dengan fasilitas untuk berkaraoke. Semua ini sengaja didesain untuk membuat penumpang seolah-olah berada di dalam hotel berjalan, sehingga perjalanan bersama Argo Bromo Anggrek diharapkan dapat menghemat biaya akomodasi hoteldan setibanya di tujuan dalam kondisi yang segar.
Saat ini rangkaian kereta kereta api Argo Bromo Anggrek memiliki eksterior putih dan bergaris hijau sepanjang rangkaian dan di bagian samping bodinya ada tulisan "GO GREEN". Rangkaian kereta ini didesain oleh PT Inka, dan nanti akan siap menghiasi panorama alam Pulau Jawa bagian utara.
Rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek terdiri dari 5-8 kereta kelas eksekutif Argo Bromo Anggrek, 1 kereta makan kelas eksekutif Argo Bromo Anggrek (M1), 1 kereta pembangkit (P) dan 1 kereta bagasi (B).

http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Argo_Bromo_Anggrek

Daerah Operasi II Bandung

PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasi II Bandung atau disingkat dengan DAOP 2 Bandung adalah salah satu daerah operasi perkereta-apian Indonesia, di bawah lingkungan PT Kereta Api (Persero) yang berada di bawah Direksi PT Kereta Api (Persero) dipimpin oleh seorang Kepala Daerah Operasi (KADAOP) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direksi PT Kereta Api (Persero).
Daerah Operasi II Bandung memiliki tiga stasiun besar, di antaranya adalah stasiun Bandung, stasiun Kiaracondong dan stasiun Tasikmalaya, sedangkan stasiun kereta api kelas menengah di antaranya adalah stasiun Padalarang, stasiun Cipeundeuy, stasiun Ciamis, dan stasiun Banjar. Gudang kereta api berada di stasiun Bandung, sedangkan dipo lokomotif berada tak jauh dari stasiun Bandung.
Kereta api penumpang yang berada di bawah pengoperasian DAOP 2 Bandung di antaranya adalah:
  1. Kereta api Argo Parahyangan, kereta campuran bisnis dan eksekutif tujuan stasiun Bandung-stasiun Gambir
  2. Kereta api Argo Wilis, kereta eksekutif argo tujuan stasiun Bandung-stasiun Surabaya Gubeng
  3. Kereta api Malabar, kereta campuran bisnis dan eksekutif tujuan stasiun Bandung-stasiun Malang
  4. Kereta api Mutiara Selatan, kereta campuran bisnis tujuan stasiun Bandung-stasiun Surabaya Gubeng
  5. Kereta api Lodaya, kereta campuran bisnis dan eksekutif tujuan stasiun Bandung-stasiun Yogyakarta-stasiun Solo Balapan
Adapun kereta api yang melayani Daop II Bandung yang di bawah pengoperasian Daop lain, di antaranya adalah:

  1. Kereta api Turangga, eksekutif relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Bandung dengan nomor gapeka 10037 s.d. 10038 (Operator Daop VIII SB)
  2. Kereta api Harina, eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Pasarturi-Stasiun Semarang Tawang-Stasiun Bandung dengan nomor gapeka 10057 s.d. 10060 (Operator Daop IV SM)
  3. Kereta api Ciremai Ekspres, eksekutif dan ekonomi relasi Stasiun Cirebon-Stasiun Bandung dengan nomor gapeka 17101 s.d. 17108 (Operator Daop III CN)
  4. Kereta api Kahuripan, ekonomi relasi Stasiun Kediri s.d. Stasiun Kiaracondong dengan nomor gapeka 10151 s.d. 10152 (Operator Daop VII MN)
  5. Kereta api Pasundan, ekonomi relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Kiaracondong dengan nomor gapeka 10149 s.d. 10150 (Operator Daop VIII SB)
  6. Kereta api Kutojaya Selatan, ekonomi relasi Stasiun Kutoarjo s.d Stasiun Kiaracondong dengan nomor gapeka 10145 s.d 10146 (Operator Daop V PWT)

http://www.wikipedia.daerah operasi II bandung/

Kamis, 04 September 2014

Daerah Operasi VI Yogyakarta

PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta atau disingkat dengan DAOP 6 Jogja atau Daop VI YK adalah salah satu daerah operasi perkereta-apian terluas di Indonesia, di bawah lingkungan PT Kereta Api (Persero) yang berada di bawah Direksi PT Kereta Api (Persero) dipimpin oleh seorang Kepala Daerah Operasi (KADAOP) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direksi PT Kereta Api (Persero).
Daerah Operasi VI Yogyakarta memiliki beberapa stasiun besar, di antaranya adalah stasiun Yogyakarta,

Kereta api penumpang yang berada di bawah pengoperasian DAOP 6 Yogyakarta di antaranya adalah:
  1. Kereta api Progo, ekonomi relasi Stasiun Lempuyangan s.d. Stasiun Pasar Senen
  2. Kereta api Sancaka II, eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Yogyakarta dengan nomor gapeka 10074 s.d. 10075
  3. Kereta api Senja Bengawan, ekonomi relasi Stasiun Solojebres s.d. Stasiun Tanjung Priok
  4. Kereta api Senja Utama Yogya, kereta bisnis tujuan Stasiun Pasar Senen-Stasiun Yogyakarta
  5. Kereta api Gajah Wong , kereta Ac Ekonomi tujuan Stasiun Pasar Senen-Stasiun Kutoarjo-Stasiun Yogyakarta
  6. Kereta api Fajar Utama Yogya, kereta bisnis tujuan Stasiun Pasar Senen-Stasiun Yogyakarta
  7. Kereta api Argo Dwipangga, eksekutif relasi Stasiun Solo Balapan s.d. Stasiun Gambir
  8. Kereta api Argo Lawu, kereta eksekutif tujuan Stasiun Gambir-Stasiun Solo Balapan
  9. Kereta api Taksaka, kereta eksekutif tujuan Stasiun Gambir-Stasiun Yogyakarta
  10. Kereta api Prambanan Ekspres, kereta komuter ekspress tujuan Stasiun Kutoarjo-Stasiun Solo Balapan
  11. Kereta api Senja Utama Solo, kereta bisnis tujuan Stasiun Pasar Senen-Stasiun Solo Balapan
Adapun Kereta api yang melayani Daerah Operasi VI Yogyakarta di bawah pengoperasian daerah lain adalah:

  1. Kereta api Sancaka I,eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Yogyakarta nomor gapeka 10073 s.d. 10076 (Operator Daop 8 SB)
  2. Kereta api Sri Tanjung,ekonomi relasi Stasiun Banyuwangi Baru s.d. Stasiun Lempuyangan (Operator Daop 9 JR)
  3. Kereta api Bogowonto,ekonomi AC relasi Stasiun Pasar Senen-Stasiun Kutoarjo-Stasiun Yogyakarta (Operator Daop 5 PWT)
  4. Kereta api Madiun Jaya Ekspres,ekonomi AC relasi Stasiun Madiun s.d. [Stasiun Yogyakarta]] nomor gapeka 10163 s.d. 10166 (OperatorDaop 7 MN)

kereta api indonesia created risang anggara




Daerah Operasi VIII Surabaya

PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya atau disingkat dengan DAOP VIII SB adalah salah satu daerah operasi perkereta-apian Indonesia, di bawah lingkungan PT Kereta Api (Persero) yang berada di bawah Direksi PT Kereta Api (Persero) dipimpin oleh seorang Kepala Daerah Operasi (Kadaop) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direksi PT Kereta Api (Persero). Kantor PT. KAI DAOP VIII SB bersebelahan dengan Stasiun Surabaya Gubeng baru.
Stasiun besar di wilayah Daop VIII antara lain Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Kota/Semut, Stasiun Blitar, Stasiun Malang, Stasiun Lamongan dan Dipo Lokomotif terbesar yakni Dipo Lokomotif Sidotopo (SDT) yang berada dalam kompleks Stasiun Sidotopo. Terdapat dua sub dipo lok, yakni pada Stasiun Surabaya Pasarturi dan Stasiun Malang. Sub Dipo Lokomotif Pasarturi melayani lokomotif KA Argo Bromo Anggrek, Sembrani, Gumarang, Rajawali, Kertajaya, KRD Bojonegoro, KRD Babat, KA Barang dan unit KRD Komuter Sulam. Sementara Sub Dipo Lokomotif Malang melayani lokomotif KA Gajayana, Malabar, Senja Kediri Matarmaja dan Penataran.
Kereta api penumpang yang berada di bawah pengoperasian Daop VIII Surabaya di antaranya adalah:
  1. Kereta api Argo Bromo Anggrek, eksekutif relasi Stasiun Surabaya Pasarturi s.d. Stasiun Gambir dengan nomor gapeka 10001 s.d. 10004
  2. Kereta api Gajayana, eksekutif relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Gambir dengan nomor gapeka 10032 s.d. 17023
  3. Kereta api Turangga, eksekutif relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Bandung dengan nomor gapeka 10037 s.d. 10038
  4. Kereta api Rajawali II, eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Pasarturi s.d. Stasiun Semarang Tawang dengan nomor gapeka 10055
  5. Kereta api Sancaka I, eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Yogyakarta dengan nomor gapeka 10073 s.d. 10076
  6. Kereta api Majapahit, ekonomi relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Pasarsenen dengan nomor gapeka 10101 s.d. 10102
  7. Kereta api Matarmaja, ekonomi relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Pasarsenen dengan nomor gapeka 10141 s.d. 10142
  8. Kereta api Kertajaya, ekonomi relasi Stasiun Surabaya Pasarturi s.d. Stasiun Tanjung Priok dengan nomor gapeka 10147 s.d. 10148
  9. Kereta api Pasundan, ekonomi relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Kiaracondong dengan nomor gapeka 10149 s.d. 10150
  10. Kereta api Delta Ekspres (Komuter SUSI), ekonomi relasi Stasiun Surabaya Kota s.d. Stasiun Porong dengan nomor gapeka 10849 s.d. 10862
  11. Kereta api Malioboro Ekspres, eksekutif dan ekonomi relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Yogyakarta dengan nomor gapeka 17019 s.d. 17020
  12. Kereta api Surabaya-Lamongan (Komuter SULAM), ekonomi relasi Stasiun Surabaya Pasarturi s.d. Stasiun Lamongan dengan nomor gapeka 10863 s.d. 10866
  13. Kereta api Arek Surokerto, ekonomi relasi Stasiun Surabaya Kota s.d. Stasiun Mojokerto dengan nomor gapeka 10867 s.d. 10874
  14. Kereta api Rapih Dhoho, ekonomi relasi Stasiun Surabaya Kota s.d. Stasiun Blitar via Kertosono dengan nomor gapeka 10957 s.d. 10972
  15. Kereta api Penataran, ekonomi relasi Stasiun Surabaya Kota s.d. Stasiun Blitar via Malang dengan nomor gapeka 10973 s.d. 10985
  16. Kereta api Surabaya-Babat (KRD Babat), ekonomi lokal relasi Stasiun Surabaya Pasarturi s.d. Stasiun Babat dengan nomor gapeka 10986 dan 10989
  17. Kereta api Surabaya-Bojonegoro (KRD Bojonegoro), ekonomi lokal relasi Stasiun Surabaya Pasarturi s.d. Stasiun Bojonegoro dengan nomor gapeka 10987 dan 10988
  18. Kereta api Surabaya-Jombang-Kertosono (KRD Kertosono), ekonomi lokal relasi Stasiun Surabaya Kota s.d. Stasiun Kertosono dengan nomor gapeka 10990 dan 10991
Adapun kereta api yang melayani Daop VIII Surabaya yang di bawah pengoperasian Daop lain, di antaranya adalah:

  1. Kereta api Argo Wilis, eksekutif relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Bandung dengan nomor gapeka 10005 s.d. 10006 (Operator Daop II BD)
  2. Kereta api Bima, eksekutif relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Gambir dengan nomor gapeka 10033 s.d. 10034 (Operator Daop I JAK)
  3. Kereta api Sembrani, eksekutif relasi Stasiun Surabaya Pasarturi s.d. Stasiun Gambir dengan nomor gapeka 10035 s.d. 10036 (Operator Daop I JAK)
  4. Kereta api Rajawali I, eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Pasarturi s.d. Stasiun Semarang Tawang dengan nomor gapeka 10049 s.d. 10050 (Operator Daop IV SM)
  5. Kereta api Gumarang, eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Pasarturi s.d. Stasiun Jakarta Kota dengan nomor gapeka 10073 s.d. 10074 (Operator Daop I JAK)
  6. Kereta api Sancaka II, eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Yogyakarta dengan nomor gapeka 10085 s.d. 10086 (Operator Daop VI YK)
  7. Kereta api Mutiara Timur, eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Banyuwangi Baru dengan nomor gapeka 10087 s.d. 10090 (Operator Daop IX JR)
  8. Kereta api Malabar, eksekutif, bisnis dan ekonomi relasi Stasiun Malang s.d. Stasiun Bandung dengan nomor gapeka 17061 s.d. 17062 (Operator Daop II BD)
  9. Kereta api Mutiara Selatan, bisnis relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Bandung dengan nomor gapeka 10103 s.d. 10104 (Operator Daop II BD)
  10. Kereta api Gaya Baru Malam Selatan, ekonomi relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Pasar Senen dengan nomor gapeka 10143 s.d. 10144 (Operator Daop I JAK)